PART 2
Pagi haripun tiba. Persiapan untuk melakukan aktivitas rutinku sudah kumulai ketika mata kubuka dari lelapnya tidur malamku. Segar dan gembira bercampur dalam menu pagi. Pagi yang cerah dan penuh dengan warna ceria, seperti perasaan orang yang penuh dengan harapan.
Waktupun tiba, ketika hari itu semua berkumpul dalam satu ruangan yang telah disediakan. Kuabaikan dia tanpa ada rasa untuk menegor ataupun bertanya. Namun mata terus mencari dimana posisi orang yang kucari. Ketemu, namun ku menahan rasa apa yang ada dalam pikiranku.
Tidak ada ekspresi yang muncul dalam benakku apa yang dia pikirkan. Tapi dia terpilih kedepan mewakili teman-temannya. Kulihat dan tanpa ada tindakan. Kuhanya melakukan tugas sebagai apa yang bisa dilakukan.
Waktupun berakhir dan kegiatan itu akhirnya selesai. Tanpa ada tindakan apapun yang kulakukan. Berlalu begitu saja. Tapi hari itu cukup membuatku merasa menemukan hal lain dalam kehidupanku. Menemukan orang yang selama ini kucari. Lama menurutku, walaupun itu singkat. Berkecamuk dan bingung, bingung apa yang kurasa.
Proses rasa dan waktu terus berjalan. Tindakanpun akhirnya tiada. Kosong dan tidak berisi. Berlalu sampai akhirnyapun tiba. Tiba disaat semua kembali seperti apa yang kupikirkan. Namun sudah tau bahwa dia tidak berada ditempat apa yang diharapkan. Tidak mengapa. Teknologi yang sudah ada bisa dimanfaatkan fungsinya dengan baik. Kendalapun untuk sementara bisa diatasi. Tapi kenapa komunikasi itu baru muncul dalam waktu kegiatan yang sudah mau selesai (1 minggu lagi). Kecewa. Tak ada yang disalahkan. Intensif komunikasi kujalin. Respon positifpun bisa kutangkap.
Pada sesi libur, niat baru kuwujudkan untuk bisa meraih waktu untuk ketemu. Kukembali pulang dari tempat kegiatan yang selama ini kutinggal. Setelah melakukan aktivitas, kulancarkan serangan. Namun jadwal selalu berubah, pikiranku sudah mulai meragukan apa yang dipikirkan. Ternyata benar, waktu yang sangat berharga itu akhirnya berlalu begitu saja tanpa mendapatkan apa yang kucari. Walaupun saat itu, ku menghiraukan teman-teman yang mengundang untuk menyantap hidangan makan siang, namun demi untuk bisa mewujudkan mimpi bertemu dengannya, kutolak. Posisiku saat itu menunggu di sebuah taman kota yang dihidupkan dengan kolam yang diwarnai dengan ikan yang menakjubkan. Ikan yang ramah dan selalu membuat rasa untuk selalu bertemu.
Kecewa. Kembali ku tempat dimana kegiatan itu ada. Masih siang. Yang ditunggu selalu membuatku tidak menentu. Dalam perjalanan ternyata gerimis mulai menyiramiku sampai ditempat itu. Basah, namun ku tetap semangat ngejalaninya. Setelah selesai ganti, kumulai mencoba untuk mengirim sebuah pesan. Setelah balasan itu tiba, ternyata dia tidak jadi melakukan aktivitas hari itu. Namun, kutelah kembali dan niat untuk kembali menemuinya gagal hari itu. Istirahat, akhirnya terlelap sampai sore.
TO BE CONTINUE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar