PART I
Pada suatu hari yang cerah, pada hari ketika suasana hatiku limbung dan tidak menentu. Aktivitas harianku berjalan lancar tanpa muncul suatu konflik. Hari itu berjalan tanpa ada rasa apapun dan dugaan apapun. Tiba-tiba suasana berubah menjadi rasa yang tidak terfikirkan sebelumnya. Sesosok gadis dengan anggunnya memasuki ruangan kerjaku tanpa ada satu keramaian. Sepi, tapi penuh dengan kesan santai dan ekSpresif. Pandanganku tak bisa terlepas dan aksiku tak bisa kubatasi. Ku berusa untuk dapat mencuri dan mengharap untuk mendapat satu perhatiannya.
Kulihat dari tempat dudukku, gadis itu menulis dengan tangan kirinya (Kidal). Ekspresiku tak bisa kutahan untuk bisa mengambil hati dengan caraku sendiri. Mendekat, berdiri dan memandang. Begitulah aku ketika perasaan hati tertarik pada seorang gadis. Bunyi KLIK dari hatiku terdengar dan mencoba membisikan kata "DEKATI DAN DAPATKAN HATINYA".
Setelah detik, menit berlalu, selesailah gadis itu menuliskan data dalam satu lembar kertas. Kupandang dia berlalu tanpa ada tanda-tanda bahwa responku membuahkan hasil. Serangan pertama yang bisa kulakukan adalah dengan melihat dan mencatat biodata yang tertempel dikertas itu. Nomorpun ada dan tanganku tak bisa kutahan untuk menge-save dalam telepon genggamku.
Sore menjelang dan mentaripun mulai bersembunyi di gelapnya malam. Kulihati telepon genggamku dan rasa ingin menghubungi/ sms mulai berkecamuk antara iya dan tidak. Keinginan itu akhirnya tidak bisa kutahan dan jempolku mulai menuliskan kata untuk mengingatkan kembali gadis kidal tentang diriku. Sms pun terkirim. Beberapa menit kutunggu balasannya dan akhirnya berbunyi. Harapan balasan akhirnya sesuai yang diharapkan. Si Kidal membalas dan masih ingat tentangku. Senang hati menyelimuti disaat yang ditunggu. Kiriman balasan kedua kulontarkan untuk tau apakah sudah ada rasa lain yang hinggap dihati. Jawabannya adalah sudah. Kudiam dan tidak bisa membalas kembali.
Beberapa hari kutunggu, akhirnya diniatkan untuk menghubungi dan menanyakan sesuatu hal tentang apa yang akan dilakukan mengenai kegiatan esok hari. Ku membiaskan diri untuk tidak menghiraukan balasan sms yang kutrima diwaktu pertama kali kukirim. Harapan yang ada dalam benakku adalah ku bisa mengenalnya lebih dekat dan bisa melewati masa-masa itu bersama (terlau tinggi, tapi itu yang berkecamuk dalam hatiku). Senangnya hati menyelimuti bersama malam, ketika menunggu esok hari yang akan tiba.
Pagi haripun tiba. Persiapan untuk melakukan aktivitas rutinku sudah kumulai ketika mata kubuka dari lelapnya tidur malamku. Segar dan gembira bercampur dalam menu pagi. Pagi yang cerah dan penuh dengan warna ceria, seperti perasaan orang yang penuh dengan harapan. TO BE CONTINUE . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar