Sabtu, Januari 24, 2009

LosT thE pRobLeM

Saat ini, sudah sedikit "CLEAR". Apanya yang clear??Satu dari beberapa masalah sudah terselesaikan. Apa memang itu masalah?Tergantung yang menilai, akan tetapi apabila "masalah" belum kelar....bisa menjadi problem yang akan membuat aliran darah tidak beraturan, jadi, bisa masuk dalam kategori "masalah" juga dong he he he..terserahlah.

Hilangnya satu kegiatan rutin dalam hidup yang dituntut untuk segera menyelesaikan ternyata memberikan dampak yang cukup besar. Pikiran yang tadinya tidak tenang, tidur tidak nyenyak, makan bikin mual akhirnya dengan sendiri hilang dan kembali seperti sediakala. Ternyata sesuatu itu kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, fokus, semangat dan punya keinginan untuk menyelesaikan bisa menjadi sesuatu spirit dalam diri.

Kekuatan/ spirit itu muncul bisa dari faktor dalam ataupun luar. Faktor dalam, yaitu pikiran yang bisa membangkitkan semangat diri untuk bisa membangun sesuatu yang sudah mulai rapuh. Faktor luar, seperti adanya dialog atau masukan dari teman-teman yang bisa diajak berkomunikasi untuk membantu bagaimana tindakan yang perlu/ harus dilakukan agar "masalah" tersebut cepat terselesaikan.

Semua itu, saat ini tidak menjadi permasalahan lagi. Hari jum'at 23 Januari lalu, sudah mulai terkubur "masalah". Akan tetapi, setelah kembali ke perjalanan hidup, sesuatu yang didapat dari permasalahan yang mungkin pernah dihadapi akan dibongkar lagi untuk bisa mendapatkan sesuatu yang bisa membantu perjalanan hidup itu sendiri. Problem tersebut intinya adalah bagaimana tenggang waktu yang telah ditentukan bisa diselesaikan, akan tetapi melewati target yang ada. Hal itulah yang membebani orang yang bersangkutan menjadi satu masalah. Sedangkan ilmu yang didapat akan banyak memberikan manfaat dan kebaikan serta memudahkan perjalanan hidup di kemudian hari.

Mudah2an sesuatu yang didapat saat ini menjadi pembelajaran yang berarti dan menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup. Hal penting yang didapat adalah efisiensi waktu, ada target, jangan patah semangat, fokus/ konsentrasi, berdo'a, lakukan sekarang selagi bisa/ mampu dan jangan ditunda. by yUdi pAtoNi

Rabu, Januari 21, 2009

cHanGe LeaDersHip

Pergantian seorang pimpinan adalah mutlak terjadi. Tidak ada pimpinan di sebuah instansi yang abadi.

Dengan patokan tersebut, wajar kalau pimpinan dalam instansi akan lengser atau diganti oleh orang-orang yang baru diluar instansi tersebut ataupun promosi jabatan dari pegawai yang ada. Kondisi tersebut harus dimaklumi oleh para staf atau pejabat dibawahnya agar supaya tidak terjadi kecenderungan untuk "menguasai".

Seseorang yang dijadikan kandidat untuk menjadi pemimpin tentu harus belajar lebih banyak dan mengetahui proses apa saja yang dilakukan apabila dirinya nanti jadi pemimpin. Hal tersebut perlu dilakukan karena apabila orang tersebut benar-benar menduduki jabatan itu bisa mengembannya dengan baik dan yang paling penting adalah mengerti keinginan-keinginan para pejabat dibawahnya (khususnya staff) agar mereka bisa merasa nyaman dan tidak ada tekanan dalam menjalankan pekerjaannya. Kondisi tersebut menjadi mutlak dilakukan disamping tindakan dan sikap tegas. Mengetahui kondisi bawahan ataupun latar belakang juga menjadi point bagi pejabat baru di instansi, karena dengan begitu mereka tidak sembarangan ataupun semena-mena dalam memperlakukan anak buah. Mereka juga memliki rasa dan keinginan-keinginan sama seperti pimpinan hanya saja terbatas.

Memanusiakan manusia lain adalah tindakan yang bijaksana walaupun kita tidak mengetahui kondisi maupun latar belakang orang tersebut. Namun tidak semua pemimpin bisa seperti itu. Perlu proses pendewasan dan penguasaan emosi serta menjauhkan diri dari keinginan untuk dihargai dan dihormati. Terkadang sisi inilah yang menjadikan seorang pimpinan menjadi arogan, maunya menang sendiri, aset kantor dikuasai, tidak mau mendengar masukan dari bawahan dan ada target pemasukan di kantong di setiap proyek. Luar biasa mengerikan kalau zaman sekarang masih ada orang seperti itu. Jabatan hanya sebagai tameng/ kedok untuk meraup uang rakyat, mirip seperti tikus yang sukanya mencuri dan menggerogoti.

Mudah-mudahan bagi instansi atau kantor yang mungkin saat ini terjadi pergantian pimpinan, bisa menjadi lebih baik dan menjadikan kemajuan yang berarti bagi instansi maupun kesejahteraan bagi karyawan di bawahnya, diberikan kesehatan serta dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkahnya, amin. by yUdi pAtoNi

gRaduatioN ceRemoNy

Kemampuan belajar seseorang berbeda antara satu dengan yang lain. Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa memilih. Lahir dengan kemampuan yang dimiliki dan takdir yang di bawa sejak lahir adalah mutlak. Akan tetapi dengan usaha belajar dengan keras dan sungguh-sungguh serta bertawakal tentu akan bisa merubah ataupun meningkatkan kemampuan seseorang.

Proses belajar yang lama, bisa dilihat dari baberapa alasan. Alasan tersebut memberikan efek atau dampak pada proses berpikir serta motivasi. Misalnya ketika seseorang datang ke sebuah kota untuk belajar, sedangkan kota yang dikunjungi jauh lebih ramai dan lengkap sarana/ prasarana dibandingkan dengan kota asal, tentu akan memberikan dampak terhadap keinginan untuk tinggal lebih lama ataupun ingin tetap tinggal dikota yang baru tersebut sampai yang bersangkutan mendapatkan pekerjaan. Keinginan seseorang tersebut tidak bisa disalahkan, akan tetapi dengan telah selesainya menempuh pendidikan tinggi, tindakan yang harus dilakukan adalah kembali ke kampung halaman/ tempat asal untuk mengabdikan ilmu yang didapat agar kotanya bisa seperti kota yang telah mereka tempati waktu kuliah/ sekolah. Harapan tersebut agar supaya terjadi pemerataan perkembangan kota dan bisa menjadi daya tarik orang untuk tinggal di daerah/ kota tersebut. Sehingga kota asal akan menjadi harapan seperti kota tempat kuliah dulu ataupun bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Hal tersebut juga terjadi ketika proses tugas belajar menjadi bagian dari garis hidup. Waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk mengambil jenjang diploma, yang seharusnya bisa diambil dalam jangka waktu 1,5 tahun akan tetapi molor sampai dengan 2,5 tahun, cukup lama. Akan tetapi proses tersebut dijalani dengan santai dan nyaman, walaupun pada fase tertentu sedikit terpikirkan untuk segera menyelesaikan. Dijalaninya proses tersebut akibat dari kondisi yang ada. Keluarga yang berada satu kota tentunya memberikan magnet tersendiri untuk tetap tinggal dan sudah merasa nyaman kehidupan yang dijalani. Berat untuk meninggalkan. Akhirnya proses tersebut termakan juga oleh waktu, adanya ultimatum untuk segera menyelesaikan, walaupun hasilnya tidak memuaskan akan tetapi cukup sebagai syarat kelulusan.

Itu terjadi akibat tempat kota yang mengirim bukan kota kelahirannya. Merantau. Ternyata sangat mempengaruhi terhadap orang yang menjalaninya, apalagi banyak kendala atau hambatan yang dihadapi di daerah tersebut serta belum ada harapan-harapan yang diinginkan.

Akhirnya waktu tersebut sudah mendekati, proses graduation ceremony akan segera dilakasanakan tgl 26 dan 29 di awal tahun 2009, mudah2an semua hal yang menjadi penghalang bisa terhindar atau meninggalkan jauh. Harapannya mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan tersembunyi dalam hati bisa terkabul/ tercapai di tahun ini. Sukses terus, jangan patah semangat, kejar cita-cita sampai ajal menjemput. by yUdi pAtoNi

mOney "ruLer"

Mendengar kata "uang" ternyata bisa memberi berita bahagia ataupun duka. Bahagianya misalnya = 1) selamat anda mendapatkan kenaikkan gaji, bonus sebesar..., 2) oya...duitnya udah ditransfer sebesar...., 3) keuntungan bulan ini sebesar...., 3) waktu cek saldo....o lumayan cukup atau lebih untuk bulan ini, 4) ngga sia-sia kerja seharian..ternyata hasilnya memuaskan dan masih banyak lagi yang lain. Dukanya misalnya = 1) waduh saldo tanggal sekian kok tinggal segini ni..pusing, 2) mau ada kegiatan ni, coba cek saldo + gaji bulan ini kurang??wah gimana ni caranya?, 3) banyak keinginan (untuk kebutuhan sehari-hari) tapi tidak bisa tercukupi, 4) hari ini kira-kira kerja apa ya?waduh gimana dong kebutuhan keluarga, 5) dah kerja keras, ternyata rezekinya cuma segini dan masih banyak yang lain.

Ternyata, benda itu (uang) untuk saat ini masih sangat dibutuhkan dan kedatangannya/ keberadaan ditunggu-tunggu. Namun untuk mendapatkannya tentunya butuh perjuangan dan kerja keras.

Setelah ada uang, tentunya yang akan kita pikirkan selanjutnya adalah bagaimana cara mendapatkannya lagi, bagaimana cara mempertahankan dan bagaimana uang itu bisa bertambah. Misalnya, kebetulan uang yang masuk rutin tiap bulan dan besarnya sama, akan tetapi kebutuhan tiap hari bukannya berkurang melainkan semakin banyak. Bagaimana cara mengelolanya apabila itu terjadi?

Itulah permasalahan yang menggelayuti perjalanan hidup yang sudah berjalan kira-kira 10 tahun terakhir ini. Sulit sekali menyisihkan atau memanage dengan baik agar bisa terkontrol dan tidak abis disetiap bulannya. Kalaupun ada pemasukan lain yang tidak terduga, bukannya di save akan tetapi dibelanjakan kebutuhan lain yang menjadi keinginan terpendam. Apa masalahnya??atau mungkin kita kurang bersyukur atas semua nikmat Alloh yang telah diberikan??atau apa kira-kira masalah utamanya?

Kalo ada yang tahu ataupun punya permasalahan yang sama ataupun mau berbagi masalah yang lain juga nda apa-apa, mari kita sharing, ya supaya masalah seperti ini menjadi terpecahkan ataupun ketemu solusi yang lebih baik, daripada kita pendam dan menjadi batu, akhirnya sakit dan wassalam he he, ok ditunggu partisipasinya.by yUdi pAtoNi