Bergelut dengan rutinitas sehari-hari ditambah pula kegiatan diluar jam kerja tentu memberikan efek yang cukup melelahkan. Akan tetapi sebagai sikap tanggung jawab yang telah dibebankan kepada kita sebagai rasa kepercayaan tentu memberikan efek untuk tetap semangat dan berusaha melakukan dengan sebaik-baiknya walaupun terkadang pada waktu tertentu kedatangan kita sedikit terlambat.
Dengan semangat yang berusaha ditanamakan dalam hati memberikan kekuatan untuk menggerakkan tubuh agar bisa meninggalkan kenikmatan istirahat. Semangat yang besar bisa mengalahkan rasa lelah yang menyelimuti fisik dan perasaan. Dengan semangat, sesuatu yang dirasa orang susah untuk dilakukan ternyata bisa mudah dilakukan. Hal tersebut tentu akan berpengaruh dalam proses otak sehingga kekuatan otak untuk mempengaruhi fisik sangat besar sekali.
Dalam diri setiap orang pasti ada kekurangan yang menggelayuti dan menempel. Hal itu bisa diperbaiki walaupun membutuhkan waktu dan energi yang cukup untuk meraih/ menutupinya. Ada pepatah mengatakan bahwa "tidak ada orang yang sempurna" dan itu benar kecuali Rasulullah tentunya. Kalaupun kita sebagai manusia biasa dengan banyak kekurangan ini harus berusaha bisa menggali kelebihan yang dimiliki agar kekurangan yang sering muncul bisa kita tutupi, sehingga orang akan melihat kelebihannya saja.
Mudah2an semangat vs lelah akan menjadi kata yang melekat di otak_ku dan semangatlah yang menang untuk menghilangkan rasa lelah dan jemu_ku. by yUdi pAtoNi
Senin, November 09, 2009
RuTiniTas
Proses mendapatkan ilmu di sekolah bisa disebut sebagai rutinitas. Bekerja di kantor atau pekerjaan dilakukan setiap hari juga bisa disebut rutinitas. Jadi Rutinitas bisa dikatakan sebagai suatu kegiatan berulang-ulang. Apabila itu dilakukan dengan enjoy dan dinikmati tentu akan terasa lebih ringan bila dibandingkan dengan adanya paksaan. Untuk itu perlu pemikiran dalam otak kita bisa memberikan niat dan keinginan untuk melakukan dengan tujuan positif dan tidak menyimpang dari apa yang menjadi kesenangan/ kemauan ybs. Apabila rutinitas yang dilakukan memberikan efek/ tekanan batin/ pikiran tentu memberikan efek yang membuat rasa menjadi jenuh dan tidak bisa tenang dalam beraktivitas.
Seperti halnya membangun diri untuk melakukan aktivitas rutinitas "tanggung jawab". Ini juga bisa dipelajari (proses belajar) apabila dalam diri belum terbentuk rasa itu. Karena "tanggung jawab" kalau tidak dilatih dari dini (anak-anak/ belia) tentu lebih sulit dimasa remaja/ tua. Untuk itu kebiasaan bertanggun jawab dalam segala hal menjadi kegiatan yang menjadi PR bagi orang tua dan anak jg harus bisa menanamkan rasa itu sedini mungkin. Walaupun tidak ada pembelajaran khusus akan hal tersebut harus/wajib diketahui dan diupayakan jangan sampai dapat mempengaruhi anak-anak atau saudara-saudara kita bahkan kita sendiri. Setiap orang yang mau/ mempunyai keinginan kuat untuk belajar tentu akan diberikan/ dimudahkan jalan menuju ke tujuan yang kita inginkan.
Mudah-mudahan rutinitas yang kita lakukan dapat memberikan pengaruh positif bagi kita atau keluarga ataupun temen-temen kita by yUdi pAtoNi
Seperti halnya membangun diri untuk melakukan aktivitas rutinitas "tanggung jawab". Ini juga bisa dipelajari (proses belajar) apabila dalam diri belum terbentuk rasa itu. Karena "tanggung jawab" kalau tidak dilatih dari dini (anak-anak/ belia) tentu lebih sulit dimasa remaja/ tua. Untuk itu kebiasaan bertanggun jawab dalam segala hal menjadi kegiatan yang menjadi PR bagi orang tua dan anak jg harus bisa menanamkan rasa itu sedini mungkin. Walaupun tidak ada pembelajaran khusus akan hal tersebut harus/wajib diketahui dan diupayakan jangan sampai dapat mempengaruhi anak-anak atau saudara-saudara kita bahkan kita sendiri. Setiap orang yang mau/ mempunyai keinginan kuat untuk belajar tentu akan diberikan/ dimudahkan jalan menuju ke tujuan yang kita inginkan.
Mudah-mudahan rutinitas yang kita lakukan dapat memberikan pengaruh positif bagi kita atau keluarga ataupun temen-temen kita by yUdi pAtoNi
Langganan:
Komentar (Atom)