Selasa, April 26, 2011

'RASA"

Arti kata rasa dalam artikata.com ; salah satunya adalah tanggapan hati terhadap sesuatu (indra). Sudut pandang mana yang akan kita jadikan kata "rasa" itu sendiri, tergantung kitanya. "Rasa" yang dirasakan dalam diri seseorang intinya adalah sama, karena hati nurani dan pemikiran setiap orang tentu sama kalau itu dalam hal baik. Namun ada beberapa orang, tindakan untuk melakukan hal yang mungkin kurang baik tentu berbeda, tergantung masing-masing pribadi.

Sikap peka kita terhadap rasa, baik tindakan atau pada lingkungan juga berbeda. Untuk itu, mudah untuk diucapkan tapi mungkin orang itu belum tau bahwa orang lain yang serasa tau bahwa dia itu tau. Perlu pengendalian diri agar orang lain tidak merasa sakit akan apa yang disampaikan. Biasanya orang tidak akan mengatakan hal tentang rasa yang bisa menyakiti walaupun keinginan itu ada. Karena itu, jangan asal mengatakan sesuatu hal yang sekiranya akan membuat orang menjadi sakit, walaupun ada pepatah, jujurlah kamu walaupun itu sakit. Semua tergantung dari cara penyampaian dan pembawaan serta kata-kata. Jujur boleh tapi cara penyampaiannya kurang baik, tentu akan membuat suasana menjadi lebih tidak baik. Tapi, itu semua tidak akan membuat konflik kalau baik cara menyikapinya.

Rasa itu bisa membuat sesuatu menjadi baik atau sebaliknya. Membaca dan melihat orang lebih gampang menilainya dibandingkan melihat diri sendiri, seperti kata pepatah gajah dipelupuk mata tidak tampak, semut diseberang lautan tampak. Mungkin pepatah itu yang seharusnya menjadi pegangan kita sebagai masyarakat bahwa jangan bicara kalau hanya asal karena perlu dilihat kondisi dan bukti (#kata mudah diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan#).

Orang juga memiliki sisi sensitivitas berbeda dalam menanggapi suatu perkataan. Rasa akan terdengar dengan jelas ketika ada kata yang membuat kita tidak nyaman. Kalau rasa itu tertanam lama tentu akan membuat orang menjadi kurang menikmati masa itu. Maka sampaikanlah dengan santun apa yang menjadi keluhan selama bersama. Bicara dibelakang tentu akan membuat orang yang dituju untuk bisa mendengar kata-kata menjadi kurang enak, maka tahan dan jangan sampai keluar kata yang bisa menimbulkan "rasa" tidak nyaman bagi yang mendengarkan.

Kalau sudah bicara "merasa yang paling baik, jujur, cantik, ganteng, hebat, kaya, sukses, mapan, sempurna" dia termasuk orang yang sombong, yang tidak bisa mendengarkan suara hati nurani orang lain yang memiliki "rasa". Hormati dan jaga, agar rasa baik tetap terjaga selama hidup ini masih dipercayakan pada kita. Mudah-mudahan semua bisa menjadi lebih baik dan bijaksana dalam menyikapi.

Tidak ada komentar: