Senin, November 09, 2009

Semangat vs Lelah

Bergelut dengan rutinitas sehari-hari ditambah pula kegiatan diluar jam kerja tentu memberikan efek yang cukup melelahkan. Akan tetapi sebagai sikap tanggung jawab yang telah dibebankan kepada kita sebagai rasa kepercayaan tentu memberikan efek untuk tetap semangat dan berusaha melakukan dengan sebaik-baiknya walaupun terkadang pada waktu tertentu kedatangan kita sedikit terlambat.

Dengan semangat yang berusaha ditanamakan dalam hati memberikan kekuatan untuk menggerakkan tubuh agar bisa meninggalkan kenikmatan istirahat. Semangat yang besar bisa mengalahkan rasa lelah yang menyelimuti fisik dan perasaan. Dengan semangat, sesuatu yang dirasa orang susah untuk dilakukan ternyata bisa mudah dilakukan. Hal tersebut tentu akan berpengaruh dalam proses otak sehingga kekuatan otak untuk mempengaruhi fisik sangat besar sekali.

Dalam diri setiap orang pasti ada kekurangan yang menggelayuti dan menempel. Hal itu bisa diperbaiki walaupun membutuhkan waktu dan energi yang cukup untuk meraih/ menutupinya. Ada pepatah mengatakan bahwa "tidak ada orang yang sempurna" dan itu benar kecuali Rasulullah tentunya. Kalaupun kita sebagai manusia biasa dengan banyak kekurangan ini harus berusaha bisa menggali kelebihan yang dimiliki agar kekurangan yang sering muncul bisa kita tutupi, sehingga orang akan melihat kelebihannya saja.

Mudah2an semangat vs lelah akan menjadi kata yang melekat di otak_ku dan semangatlah yang menang untuk menghilangkan rasa lelah dan jemu_ku. by yUdi pAtoNi

RuTiniTas

Proses mendapatkan ilmu di sekolah bisa disebut sebagai rutinitas. Bekerja di kantor atau pekerjaan dilakukan setiap hari juga bisa disebut rutinitas. Jadi Rutinitas bisa dikatakan sebagai suatu kegiatan berulang-ulang. Apabila itu dilakukan dengan enjoy dan dinikmati tentu akan terasa lebih ringan bila dibandingkan dengan adanya paksaan. Untuk itu perlu pemikiran dalam otak kita bisa memberikan niat dan keinginan untuk melakukan dengan tujuan positif dan tidak menyimpang dari apa yang menjadi kesenangan/ kemauan ybs. Apabila rutinitas yang dilakukan memberikan efek/ tekanan batin/ pikiran tentu memberikan efek yang membuat rasa menjadi jenuh dan tidak bisa tenang dalam beraktivitas.

Seperti halnya membangun diri untuk melakukan aktivitas rutinitas "tanggung jawab". Ini juga bisa dipelajari (proses belajar) apabila dalam diri belum terbentuk rasa itu. Karena "tanggung jawab" kalau tidak dilatih dari dini (anak-anak/ belia) tentu lebih sulit dimasa remaja/ tua. Untuk itu kebiasaan bertanggun jawab dalam segala hal menjadi kegiatan yang menjadi PR bagi orang tua dan anak jg harus bisa menanamkan rasa itu sedini mungkin. Walaupun tidak ada pembelajaran khusus akan hal tersebut harus/wajib diketahui dan diupayakan jangan sampai dapat mempengaruhi anak-anak atau saudara-saudara kita bahkan kita sendiri. Setiap orang yang mau/ mempunyai keinginan kuat untuk belajar tentu akan diberikan/ dimudahkan jalan menuju ke tujuan yang kita inginkan.

Mudah-mudahan rutinitas yang kita lakukan dapat memberikan pengaruh positif bagi kita atau keluarga ataupun temen-temen kita by yUdi pAtoNi

Selasa, September 08, 2009

KoK gitU ya....Kpn MajUnya

Membaca, mendengar dan memperhatikan......

Sudah waktunya sistem pendidikan perlu dilakukan perubahan yg signifikan, banyaknya lulusan di perguruan tinggi yang para mahasiswanya tidak melakukan kinerja yang sesuai dengan kemampuan. Tugas akhir/ skripsi/ tesis banyak dibantu oleh orang-orang pinter yang bisa mengambil peluang, ngeri bgt. Mana yang perlu dilakukan penegasan?mahasiswa atau peluang kerja bagi mereka yg pinter-pinter ini......

Klo hal seperti itu dibiarkan saja....kira2 apa yg terjadi 10 tahun - 20 tahun kedepan?Anda pasti jg tau?

Hanya ingin mendapatkan gelar pendidikan, mahasiswa/ orang bisa membeli ataupun pura2 kuliah padahal ngga jelas. Yang pasti mereka sama-sama diuntungkan, tp apa ya seperti itu yang perlu dilakukan? Kasihan yang kuliah dengan sungguh-sungguh akan tetapi nasibnya malang.....resapilah.

Klo memang ngga mampu ya sudah, alasanya adalah tuntutan kerja/ jabatan ataupun status.....payah...by yudi patoni

Sabtu, April 25, 2009

kNapA ya???

Apa yang bisa dilakukan ketika perasaan itu datangnya cuma satu arah?Apakah bisa menyatu/ ketemu?Tepuk tangan aja hrs dua tangan.

Itu kira2 beberapa pertanyaan yang tiba2 muncul ketika du2k dpn komputer/ net. Juga nda tau datengnya dr mana? Apa memang harus begitu, apa ngga bisa dibahas lg untuk kedepannya....tiba2 muncul lagi pertanyaan baru, masih sm nda tau datangnya darimana he he he....

Coba...klo ada yang tau...kira2 datengnya dari mana pertanyaan itu??

Jumat, April 24, 2009

jAlAn OL

Kegiatan kantor bukan hanya berkutat dengan komputer, foto copy dan anter surat aja, OL ke luar propinsi/ daerah tentunya dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kejenuhan dan membuka wawasan. Terasa ketika udah dari tahun 2006 ikut OL ke Soreang, bulan ini tepatnya tgl 14 s/d 17 April 2009 OL ke Kota Tasikmalaya.

Mata menjadi terbuka akan kondisi di daerah yang belum pernah dilihat sebelumnya, baik dari orang2nya bahkan bahasa yang terlihat asing bagiku (sunda). Banyak hal yang bisa menjadi masukan baik buat pribadi maupun perkembangan kota (tata kota dan kegiatan masyarakatnya). Orang tidak menyangka jika memasuki Kota Tasik (pemekaran th 2001) yang berliku-liku seperti Liwa didalamnya sudah mulai berkembang dan banyak inisiatif muncul dari masyarakat yang tinggal. Itu perlu di contoh karena bisa menjadi ide positif yang bisa menjadi satu tujuan wisata domestik maupun non domestik.

Akan tetapi di manapun kota itu berada pasti ada hal positif dan negatifnya. Namun itu akan menjadi pengalaman dan catatan pribadi dari masing2 orang. Tergantung bagaimana cara menyikapinya.

Masukan yang positif bagi kita sbg orang Liwa adalah bagaimana mengambil hikmah dari pengalaman perjalanan keluar daerah itu dan menjadi PR juga bagaimana kota tercinta kita "Liwa" bisa menjadi lebih bagus dan maju dengan kondisi yang ada saat ini. Klo ada kritik dan saran, dipersilahkan, by yUdi pAtoNi

Sabtu, Januari 24, 2009

LosT thE pRobLeM

Saat ini, sudah sedikit "CLEAR". Apanya yang clear??Satu dari beberapa masalah sudah terselesaikan. Apa memang itu masalah?Tergantung yang menilai, akan tetapi apabila "masalah" belum kelar....bisa menjadi problem yang akan membuat aliran darah tidak beraturan, jadi, bisa masuk dalam kategori "masalah" juga dong he he he..terserahlah.

Hilangnya satu kegiatan rutin dalam hidup yang dituntut untuk segera menyelesaikan ternyata memberikan dampak yang cukup besar. Pikiran yang tadinya tidak tenang, tidur tidak nyenyak, makan bikin mual akhirnya dengan sendiri hilang dan kembali seperti sediakala. Ternyata sesuatu itu kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, fokus, semangat dan punya keinginan untuk menyelesaikan bisa menjadi sesuatu spirit dalam diri.

Kekuatan/ spirit itu muncul bisa dari faktor dalam ataupun luar. Faktor dalam, yaitu pikiran yang bisa membangkitkan semangat diri untuk bisa membangun sesuatu yang sudah mulai rapuh. Faktor luar, seperti adanya dialog atau masukan dari teman-teman yang bisa diajak berkomunikasi untuk membantu bagaimana tindakan yang perlu/ harus dilakukan agar "masalah" tersebut cepat terselesaikan.

Semua itu, saat ini tidak menjadi permasalahan lagi. Hari jum'at 23 Januari lalu, sudah mulai terkubur "masalah". Akan tetapi, setelah kembali ke perjalanan hidup, sesuatu yang didapat dari permasalahan yang mungkin pernah dihadapi akan dibongkar lagi untuk bisa mendapatkan sesuatu yang bisa membantu perjalanan hidup itu sendiri. Problem tersebut intinya adalah bagaimana tenggang waktu yang telah ditentukan bisa diselesaikan, akan tetapi melewati target yang ada. Hal itulah yang membebani orang yang bersangkutan menjadi satu masalah. Sedangkan ilmu yang didapat akan banyak memberikan manfaat dan kebaikan serta memudahkan perjalanan hidup di kemudian hari.

Mudah2an sesuatu yang didapat saat ini menjadi pembelajaran yang berarti dan menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup. Hal penting yang didapat adalah efisiensi waktu, ada target, jangan patah semangat, fokus/ konsentrasi, berdo'a, lakukan sekarang selagi bisa/ mampu dan jangan ditunda. by yUdi pAtoNi

Rabu, Januari 21, 2009

cHanGe LeaDersHip

Pergantian seorang pimpinan adalah mutlak terjadi. Tidak ada pimpinan di sebuah instansi yang abadi.

Dengan patokan tersebut, wajar kalau pimpinan dalam instansi akan lengser atau diganti oleh orang-orang yang baru diluar instansi tersebut ataupun promosi jabatan dari pegawai yang ada. Kondisi tersebut harus dimaklumi oleh para staf atau pejabat dibawahnya agar supaya tidak terjadi kecenderungan untuk "menguasai".

Seseorang yang dijadikan kandidat untuk menjadi pemimpin tentu harus belajar lebih banyak dan mengetahui proses apa saja yang dilakukan apabila dirinya nanti jadi pemimpin. Hal tersebut perlu dilakukan karena apabila orang tersebut benar-benar menduduki jabatan itu bisa mengembannya dengan baik dan yang paling penting adalah mengerti keinginan-keinginan para pejabat dibawahnya (khususnya staff) agar mereka bisa merasa nyaman dan tidak ada tekanan dalam menjalankan pekerjaannya. Kondisi tersebut menjadi mutlak dilakukan disamping tindakan dan sikap tegas. Mengetahui kondisi bawahan ataupun latar belakang juga menjadi point bagi pejabat baru di instansi, karena dengan begitu mereka tidak sembarangan ataupun semena-mena dalam memperlakukan anak buah. Mereka juga memliki rasa dan keinginan-keinginan sama seperti pimpinan hanya saja terbatas.

Memanusiakan manusia lain adalah tindakan yang bijaksana walaupun kita tidak mengetahui kondisi maupun latar belakang orang tersebut. Namun tidak semua pemimpin bisa seperti itu. Perlu proses pendewasan dan penguasaan emosi serta menjauhkan diri dari keinginan untuk dihargai dan dihormati. Terkadang sisi inilah yang menjadikan seorang pimpinan menjadi arogan, maunya menang sendiri, aset kantor dikuasai, tidak mau mendengar masukan dari bawahan dan ada target pemasukan di kantong di setiap proyek. Luar biasa mengerikan kalau zaman sekarang masih ada orang seperti itu. Jabatan hanya sebagai tameng/ kedok untuk meraup uang rakyat, mirip seperti tikus yang sukanya mencuri dan menggerogoti.

Mudah-mudahan bagi instansi atau kantor yang mungkin saat ini terjadi pergantian pimpinan, bisa menjadi lebih baik dan menjadikan kemajuan yang berarti bagi instansi maupun kesejahteraan bagi karyawan di bawahnya, diberikan kesehatan serta dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkahnya, amin. by yUdi pAtoNi

gRaduatioN ceRemoNy

Kemampuan belajar seseorang berbeda antara satu dengan yang lain. Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa memilih. Lahir dengan kemampuan yang dimiliki dan takdir yang di bawa sejak lahir adalah mutlak. Akan tetapi dengan usaha belajar dengan keras dan sungguh-sungguh serta bertawakal tentu akan bisa merubah ataupun meningkatkan kemampuan seseorang.

Proses belajar yang lama, bisa dilihat dari baberapa alasan. Alasan tersebut memberikan efek atau dampak pada proses berpikir serta motivasi. Misalnya ketika seseorang datang ke sebuah kota untuk belajar, sedangkan kota yang dikunjungi jauh lebih ramai dan lengkap sarana/ prasarana dibandingkan dengan kota asal, tentu akan memberikan dampak terhadap keinginan untuk tinggal lebih lama ataupun ingin tetap tinggal dikota yang baru tersebut sampai yang bersangkutan mendapatkan pekerjaan. Keinginan seseorang tersebut tidak bisa disalahkan, akan tetapi dengan telah selesainya menempuh pendidikan tinggi, tindakan yang harus dilakukan adalah kembali ke kampung halaman/ tempat asal untuk mengabdikan ilmu yang didapat agar kotanya bisa seperti kota yang telah mereka tempati waktu kuliah/ sekolah. Harapan tersebut agar supaya terjadi pemerataan perkembangan kota dan bisa menjadi daya tarik orang untuk tinggal di daerah/ kota tersebut. Sehingga kota asal akan menjadi harapan seperti kota tempat kuliah dulu ataupun bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Hal tersebut juga terjadi ketika proses tugas belajar menjadi bagian dari garis hidup. Waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk mengambil jenjang diploma, yang seharusnya bisa diambil dalam jangka waktu 1,5 tahun akan tetapi molor sampai dengan 2,5 tahun, cukup lama. Akan tetapi proses tersebut dijalani dengan santai dan nyaman, walaupun pada fase tertentu sedikit terpikirkan untuk segera menyelesaikan. Dijalaninya proses tersebut akibat dari kondisi yang ada. Keluarga yang berada satu kota tentunya memberikan magnet tersendiri untuk tetap tinggal dan sudah merasa nyaman kehidupan yang dijalani. Berat untuk meninggalkan. Akhirnya proses tersebut termakan juga oleh waktu, adanya ultimatum untuk segera menyelesaikan, walaupun hasilnya tidak memuaskan akan tetapi cukup sebagai syarat kelulusan.

Itu terjadi akibat tempat kota yang mengirim bukan kota kelahirannya. Merantau. Ternyata sangat mempengaruhi terhadap orang yang menjalaninya, apalagi banyak kendala atau hambatan yang dihadapi di daerah tersebut serta belum ada harapan-harapan yang diinginkan.

Akhirnya waktu tersebut sudah mendekati, proses graduation ceremony akan segera dilakasanakan tgl 26 dan 29 di awal tahun 2009, mudah2an semua hal yang menjadi penghalang bisa terhindar atau meninggalkan jauh. Harapannya mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan tersembunyi dalam hati bisa terkabul/ tercapai di tahun ini. Sukses terus, jangan patah semangat, kejar cita-cita sampai ajal menjemput. by yUdi pAtoNi

mOney "ruLer"

Mendengar kata "uang" ternyata bisa memberi berita bahagia ataupun duka. Bahagianya misalnya = 1) selamat anda mendapatkan kenaikkan gaji, bonus sebesar..., 2) oya...duitnya udah ditransfer sebesar...., 3) keuntungan bulan ini sebesar...., 3) waktu cek saldo....o lumayan cukup atau lebih untuk bulan ini, 4) ngga sia-sia kerja seharian..ternyata hasilnya memuaskan dan masih banyak lagi yang lain. Dukanya misalnya = 1) waduh saldo tanggal sekian kok tinggal segini ni..pusing, 2) mau ada kegiatan ni, coba cek saldo + gaji bulan ini kurang??wah gimana ni caranya?, 3) banyak keinginan (untuk kebutuhan sehari-hari) tapi tidak bisa tercukupi, 4) hari ini kira-kira kerja apa ya?waduh gimana dong kebutuhan keluarga, 5) dah kerja keras, ternyata rezekinya cuma segini dan masih banyak yang lain.

Ternyata, benda itu (uang) untuk saat ini masih sangat dibutuhkan dan kedatangannya/ keberadaan ditunggu-tunggu. Namun untuk mendapatkannya tentunya butuh perjuangan dan kerja keras.

Setelah ada uang, tentunya yang akan kita pikirkan selanjutnya adalah bagaimana cara mendapatkannya lagi, bagaimana cara mempertahankan dan bagaimana uang itu bisa bertambah. Misalnya, kebetulan uang yang masuk rutin tiap bulan dan besarnya sama, akan tetapi kebutuhan tiap hari bukannya berkurang melainkan semakin banyak. Bagaimana cara mengelolanya apabila itu terjadi?

Itulah permasalahan yang menggelayuti perjalanan hidup yang sudah berjalan kira-kira 10 tahun terakhir ini. Sulit sekali menyisihkan atau memanage dengan baik agar bisa terkontrol dan tidak abis disetiap bulannya. Kalaupun ada pemasukan lain yang tidak terduga, bukannya di save akan tetapi dibelanjakan kebutuhan lain yang menjadi keinginan terpendam. Apa masalahnya??atau mungkin kita kurang bersyukur atas semua nikmat Alloh yang telah diberikan??atau apa kira-kira masalah utamanya?

Kalo ada yang tahu ataupun punya permasalahan yang sama ataupun mau berbagi masalah yang lain juga nda apa-apa, mari kita sharing, ya supaya masalah seperti ini menjadi terpecahkan ataupun ketemu solusi yang lebih baik, daripada kita pendam dan menjadi batu, akhirnya sakit dan wassalam he he, ok ditunggu partisipasinya.by yUdi pAtoNi

Senin, Januari 12, 2009

cUkuP caPex

Bangun pagi, buat persiapan ke Semarang. Setelah sarapan, lalu mandi buat bersih2 badan biar segar dan tidak bau he he he. Ya, biar nda ngantuk dan badan sehat.

Berangkat dari rumah pukul 8.30 WIB menuju ke Semarang. Melewati perkampungan dengan jalan yang lumayan bagus, tp ada beberapa titik yang sedikit perlu diperbaiki. Perjalanan tanpa hiburan dan kegiatan lain dengan kecepatan rata-rata 70 km/ jam ternyata ngantuk juga ya (walaupun sudah mandi he he), namun dengan konsentrasi di jalan raya yang lumayan macet lancar pada beberapa lokasi ternyata bisa menghantarkan sampai di asrama juga dengan selamat sekitar pukul 11.00 WIB (alhamdulillah).

Badan lumayan capex ni, tp tetap bersyukur dalam perjalanan tidak ada rintangan yang berarti, cuma ngerem mendadak dan beberapa kali tit tit yang disebabkan oleh beberapa orang yang melintas di jalan arteri dengan ragu-ragu (tapi bikin kaget juga).

Dalam perjalanan sempat takut kehujanan, ya mantel yang dibawa ngga bisa menangkal air malahan meresap, jadi kalau dipake tembus deh ke jaket he he. Untung cuma mendung aja dan nda jadi hujan (cuma gerimis di Salatiga).

Tapi sekarang dah di Semarang, dengan harapan revisi laporan tugas akhir bisa segera selesai dan di jilid. Mudah2an Bapak dan Ibu dosen segera menandatangani laporan, jadi urusan di Semarang selesai dech he he....dan tinggal menunggu wisuda akhir bulan ini, amin. by yUdi pAtoNi

Minggu, Januari 11, 2009

mALem MingGu

Kegiatan rutin malam minggu wage di dusun kami diadakan acara karangtaruna 'PEMUKA'. Seperti biasa, belum ada agenda yang jelas dalam setiap pertemuan. Hanya orang-orang tertentu saja yg tampil dlm mengemukakan pendapatnya. Ya, itu juga karena posisi dan hanya sekedar mencari perhatian saja (sory), namun lebih baik bila dibandingkan D3 (datang, duduk & diam). Sesi tanya jawab td malam membahas tunggakan dari para anggota, rencana usaha hik, tanam pohon pisang, absensi dan keamanan kampung.

Maklum, aktivitasku saat ini masih terfokus di smarang, jd lebih baik ikut di rombongan D3 he he. Itu sih hanya alasan aja, cari yg aman he he.

Memang masih banyak kendala yg dihadapi, dusun kami disetiap bulannya hampir tidak ada kegiatan rutin yang melibatkan muda-mudi. Muda-mudi yang tinggal didusun kami sibuk dengan kegiatan masing2 misalnya kuliah, sekolah dan kerja. Jadi dengan kegiatan mereka saat ini sulit bila disetiap pertemuan diupayakan untuk melakukan tanya jawab.

Upaya untuk bisa mengumpulkan muda-mudi masih dalam kategori baik bila dibandingkan tdk sama sekali. Kata-kata lucu sering kali terlontar dari para pemuda, sehingga terkadang juga ikut ketawa he he. Disamping kata-kata lucu juga terkadang terlontar kata-kata bersifat ejekan antar pemuda, ya namanya kumpul2 biasanya emang gitu he he.

Setelah acr selesai, kami ngumpul bareng rombongan buat mæn Pe Es. Lumayan bisa mengurangi kepenatan setelah seharian bekerja. Pemain tetap antara lain; yono boylong, hari agro, agus blue, wanto dan yp ditambah 1 bintang tamu dr solo namane hartono he he padahal yo sing duwe omah cuma kerjone nang solo. Permainan Pe Es 2 msh pake dvd yg lama maklum mau update dvd baru jauh dari kota he he. Kesepakatan permainan menggunakan CUP, kalo pake LIGA terlalu lama maklum waktu menunjukkan pukul 21.30. Biar adil, sebelum dimulai hompipah dulu supaya tau siapa yg mæn duluan. Sebelum dimulai ditambah 2 club tambahan biar tdk ada yg bai. Akhirnya yang maen duluan yp vs wanto, lumayan mendapatkan perlawanan. Serangan datang bertubi-tubi dan akhrnya yp menang dengan skor 2-1. Nunggu lama, tmn2 yg lain lg main akhirnya yp vs wanto ketemu lagi tetapi skornya jauh skali 1-5 dimenangkan oleh wanto. Ya kena balas dendam dech he he. Tp lumayan yang pertama dan terakhir bisa ketemu lg...walaupun skor sangat mengecewakan hiks...kOk biza ya...by yUdi pAtoNi.

Sabtu, Januari 03, 2009

kEsiApaN

Permasalahan yg dialami oleh setiap org tidak ada yg sama, kalaupun sama sangat kebetulan.

Masalah muncul akibat dari apa yg telah kita lakukan ataupun memang cobaan yg hrs kita jalani dan hadapi. Kesiapan dalam menjalani masalah tergantung dari kesiapan diri (mental) akan besar/ kecilnya masalah dan kerumitannya. Kesiapan itu memang perlu diuji dan dilatih agar utk kelanjutanya menjadi terbiasa dan tau cara/ solusi yg akan diambil.

Masalah memang suatu hal yg pasti banyak tdk diharapkan oleh setiap orang, akan tetapi anehnya baik miskin ataupun kaya, anak2 ataupun dewasa, laki2 ataupun perempuan pasti akan dihampirinya hanya saja tingkatan masalahnya pasti tdk sama.

Pertanyaanya adalah apa kira2 yg harus dilakukan utk mencegah datangnya masalah ataupun ketika masalah itu datang??
1) Lakukan setiap tindakan melalui jalur yg benar/ sesuai agar masalah yg kira2 akan muncul bisa diminimalisir ataupun dihilangkan.
2) Kurangi resiko sekecil mungkin agar kalaupun masalah itu muncul tdk menambah beban dlm hidup dan bisa diatasi dengan mudah.
3) Komunikasikan masalahmu dgn orang lain yang kira2 dapat dipercaya dan bisa kasih solusi
4) Selalu berdo'a dan memohon pada Yang Kuasa agar dijauhkan diri dari permasalahan hidup.
5) Ambil hikmah dari setiap masalah/ kejadian.

Ini hanya sekedar ungkapan hati ketika mata tidak mau terpejam. Kalau ada yang salah mohon dimaklum.

Ditahun yg baru ini mudah2an diberi kekuatan/ kesiapan utk menghadapi dan mengatasi smua masalah yg akan menghadang dgn mudah, amin. by yUdi pAtoNI.

Jumat, Januari 02, 2009

tH bR 2009

Tahun baru. Banyak yg menyiapkan acr utk menyambutnya. Persiapan dilakukan agar acr yg ditunggu 1x dlm setahun itu bz menjadi moment yg tdk terlupakan. Moment yg tepat memang akan tersimpan kuat dlm ingatan, akan tetapi apa yg akan dilakukan lbh bæk punya arti dan manfaat. Kondisi tsb bs berubah akibat adanya dorongan dan hasutan dr teman yg punya andil cukup besar sehingga sangat berpengaruh thd apa yg sudah direncanakan.

Acara menyambut pergantian tahun seperti terlihat dimedia masa baik elektronik mau koran hampir semua menampilkan atraksi kembang api. Atraksi tsb utk saat ini memang msh sesuatu hal yg cukup menarik dan menyedot pengunjung. Konvoi dan hiburan jg ikut mengiringi perhelatan pergantian tahun.

Mudah2an di th baru 2009 ini, bukan prosesi acara ataupun banyaknya hiburan saja yg menjadi pusat perhatian akan tetapi banyak harapan dan impian yg belum tercapai di th sebelumnya bz terwujud di tahun ini, amin, by yUdi pAtoNi.

Sabtu, Desember 27, 2008

iT's tRue

Seolah-olah menjadi tersangka dalam segala hal ternyata cukup menegangkan dan membuat aura menjadi berubah. Ketika permasalahan diungkap dan disampaikan dengan nada bertanya serta ketika sulitnya menjawab pertanyaan itu seakan kita tidak berdaya dan pola pikir menjadi berubah. Perubahan itu berpengaruh terhadap daya nalar/ pikir menjadi lebih tidak rasional dan seakan tidak tahu apa yang dikerjakan. Saat itulah sesuatu yang harusnya disampaikan dengan baik dan jelas menjadi tidak karuan dan bisa keluar dari jalur/ materi yang ada.

Kondisi tersebut terasa sewaktu dari awal sudah membayangkan apa yang terjadi ketika posisi itu kita alami. Sehingga hal-hal yang buruk kira-kira akan terjadi bisa menjadi kenyataan. Hal itu akibat dari ketidakberdayaan kita dan ketidaksiapan dalam menjalani kondisi demikian. Penguasaan materi dan pemahaman yang baik tentu akan banyak mendukung kondisi tersebut agar kejadian yang terbayangkan menjadi tidak nyata.

Melawan emosi dengan emosi adalah konyol. Kondisi tersebut terjadi ketika apa yang telah kita sampaikan dan merasa sudah bagus ternyata masih salah buat yang lain. Tentunya hal tersebut membuat pikiran dan nalar menjadi tidak terkendali dengan adanya perbedaan yang ada. Sehingga ketegangan akan muncul dan sikap yang tadinya normal menjadi tidak terkendali. Hal itu menjadi penilaian bagi yang lain karena knapa kondisi seperti itu tidak bisa dikendalikan. Apalagi lawan yang kita ajak bicara juga tidak terkendali, situasi menjadi kacau. Apabila itu terjadi hal yang bisa dilakukan adalah menerima dan memposisikan diri sebagai orang yang bodoh dan patuh (misal; kita (rakyat jelata) ketemu sama sang maharaja). Itu menjadi lebih baik bila dibandingkan mengulur waktu dengan perdebatan yang posisi kita adalah kalah.

Pengalaman yang demikian menjadi pembelajaran yang sangat berarti dan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Masukkan dan saran yang membangun menjadi harapan agar apa yang kita kerjakan bisa lebih baik. Pendewasaan pola pikir dan mengerti siapa yang kita ajak bicara (penempatan diri) ternyata harus dimiliki oleh setiap orang, pasti banyak gunanya. tHank's a loT & soRRy...by yUdi pAtoNi

Jumat, Desember 12, 2008

sEru

SeRu, itu pertama yang kupikirkan ketika bisa kumpul sama keluarga. Keluarga yang utuh menjadi harapan bagi setiap orang. Bahagia tentunya menjadi impian dan keinginan yang bisa menjadi kenyataan disetiap pertemuan dan waktu. Orang-orang yang pertama kita lihat dan kenal adalah mereka yang membuat hidup kita menjadi nyata. Kenyataan hidup adalah proses yang harus dijalani dan proses yang harus diperjuangankan untuk kelangsungannya.

Kebersamaan adalah wujud dari rasa kekeluargaan baik dalam sedih maupun bahagia. Kekurangan bukan menjadi hambatan untuk bisa mewujudkannya rasa itu. Untuk bisa menjaganya, yang harus kita lakukan adalah menjalin komunikasi yang positif dan berlaku baik kepada mereka. Hal-hal tersebut tentunya menjadi semakin indah apabila diselimuti oleh rasa saling memiliki dan tidak ingin dipisahkan. Walaupun jarak menjadi hambatan tetapi hati tetap bersatu. Mudah2an keluarga kami selalu dilindungi oleh Alloh SWT, amin. Oya gambar itu adalah keponakaku yang saat ini sudah menjadi bagian dari keluarga kami, pokok_e seru banget kalo bisa kumpul dan ketemu sama mereka, ini hanya curahan hati dan tidak ada maksud lain,ok. by yUdi pAtoNi

Minggu, November 23, 2008

mY SisteR n Child's

Ni my sister n child's....lucu banget. Yang cowok ganteng namanya Bagus Pangestu kalo adiknya yang cantik ini namanya Astika Sri Kusuma. Mereka satu keluarga kecil yang bahagia. Kebetulan Bagus ikut ma kakek ne2knya dan sekolah disitu, tapi si tiko ikut ama bapak ibunya. Pokok_e kalo ketemu ma mereka bikin gemes dan maunya cubit pipi kanan dan pipi kiri biar imbang he he he...ok mudah2an kalian semua sukses, sehat dan jangan lupa beribadah yang baik dan selalu melakukan hal2 yang positif. NB: ni buat bagus + tiko...pokok_e patuh dan taat ma orang tua, belajar yang rajin mudah2an menjadi orang yang berguna bagi agama dan bangsa, ok

Ulang Tahun

Ulang Tahun ternyata bukan hanya manusia aja yang diperingati, terkadang hewan, perkawinan bahkan lembaga. Nah kali ini ulang tahun departemen PU yang akan kami munculkan buat isi blog ini. Banyak kegiatan yang diadakan, khususnya ni ultah balai PU yang ada di semarang. Asyik juga bisa ikut dalam kegiatan yang cukup menyehatkan, ada jalan sehat, tarik tambang dan karaoke. Yang bikin anak2 seneng tu acara juga ada doorpricenya lo. Lumayan bikin kejutan...pas dibuka ha apa an ya isinya??????itu nda penting...pokoknya rameeee aja.

RaMaH TamaH

Ini acara pelepasan temen2 yang udah wisuda.....sory gambarnya kurang jelas, maklum gambar diambil malam hari tp tetep kerenkan he he he narsis bgt. Ni pake camera merek fuji punya_nya bapaknya ALFA. Oya...tmn2 yang ikut mejeng namanya; rozali, yUdi pAtoNi, deden nugraha + kakak iparnya, selamet mulyadi, yudi setiawan, iman santosa, willibrodus nunggak, takdir ali mahmud, ruben ayomi, safa'at, imam santoso, yuliana, ferisnilawati.


Acara ini rutin dilakukan setiap tahun 1 x pada bulan2 april. Disamping bisa tetap menjaga kebersamaan diantara teman2 di komplek asrama juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka yang bisa duduk di barisan depan sebagai wisudawan. Ada satu lagi yang bikin semangat datang.....JATAH MAKAN MALAM LEWAT he he he maklum anak kost (klo bisa kan irit - itu kalo bisa).
Ok temen2 mudah2an ini bisa menjadi inspirasi dan koreksi diri, bagi yang baca dan kebetulan fotonya belum dimasukin, ya comment aja....ditunggu

Minggu, November 16, 2008

ALLOH MENGABULKAN DOA SETIAP ORANG

Alloh Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur'an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.s. al-Baqarah: 186).
Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Alloh itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Alloh Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Alloh kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Alloh memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tiada batas. Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makhluk, setiap benda, dari orang-orang yang tampaknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Alloh dan semuanya berada dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak.
Seseorang yang beriman terhadap kebenaran ini dapat berdoa kepada Alloh mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Alloh akan mengabulkan doa-doanya. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengobatan. Namun ketika mengetahui bahwa hanya Alloh yang dapat memberikan kesehatan, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Alloh agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Alloh untuk menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Alloh untuk memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Alloh, untuk kesehatan, dan sebagainya. Inilah yang telah ditekankan Rasulullah saw. dalam sabdanya:
"Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah?" Mereka berkata, "Tentu saja wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Serulah Tuhanmu siang dan malam, karena 'doa' itu merupakan senjata bagi orang yang beriman."1
Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dalam al-Qur'an yang perlu kita bicarakan dalam masalah ini. Sebagaimana Alloh telah menyatakan dalam ayat:
"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa." (Q.s. al-Isra':11).
Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya seseorang memohon kepada Alloh agar diberi harta dan kekayaan yang banyak untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Alloh tidak melihat kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekayaan yang banyak itu justru dapat memalingkan anak-anak tersebut dari Alloh. Dalam hal ini, Alloh mendengar doa orang tersebut, menerimanya sebagai amal ibadah, dan mengabulkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak terlambat dalam memenuhi perjanjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentukan, karena ia dapat bertemu dengan seseorang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kehidupan yang abadi. Alloh mengetahui masalah ini, dan Dia mengabulkan doa bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara yang terbaik. Yakni, Alloh mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.
Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia ini, mereka mengira bahwa Alloh tidak mendengar doa mereka. Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, karena "Alloh itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (Q.s. Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan, apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika seseorang tertidur, Alloh mengetahui apa yang ia alami dalam mimpinya. Alloh adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja seseorang berdoa kepada Alloh, ia harus menyadari bahwa Alloh akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya.
Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan karunia Alloh yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Alloh akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan bermanfaat bagi dirinya. Alloh menyatakan pentingnya doa dalam sebuah ayat:
"Katakanlah: 'Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andaikan tidak karena doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena itu kelak azab pasti akan menimpamu'." (Q.s. al-Furqan: 77)
" Alloh Mengabulkan Doa Orang-orang yang Menderita dan Berada dalam Kesulitan
Doa adalah saat-saat ketika kedekatan seseorang dengan Alloh dapat dirasakan. Sebagai hamba Alloh, seseorang sangat memerlukan Dia. Hal ini karena ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya dan betapa hinanya dirinya di hadapan Alloh, dan ia menyadari bahwa tak seorang pun yang dapat menolongnya kecuali Alloh. Keikhlasan dan kesungguhan seseorang dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memerlukan. Misalnya, setiap orang berdoa kepada Alloh untuk memohon keselamatan di dunia. Namun, orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang akan berdoa lebih sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan Alloh. Demikian pula, ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau pesawat terbang sehingga terancam bahaya, orang-orang akan memohon kepada Alloh dengan berendah diri. Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam berdoa. Alloh menceritakan keadaan ini dalam sebuah ayat:
"Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut: 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur'." (Q.s. al-An'am: 63).
Di dalam al-Qur'an, Alloh memerintahkan manusia agar berdoa dengan merendahkan diri:
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Q.s. al-A'raf: 55).
Dalam ayat lainnya, Alloh menyatakan bahwa Dia mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan:
"Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Alloh? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya." (Q.s. an-Naml: 62).
Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya ketika berdoa kepada Alloh. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang dapat memahami maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenungkan saat kematian, ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka berpaling kepada Alloh dengan keikhlasan yang dalam. Dalam pada itu, orang-orang yang beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Alloh, selalu menyadari kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu berpaling kepada Alloh dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya. Ini merupakan ciri penting yang membedakan mereka dengan orang-orang kafir dan orang-orang yang imannya lemah.
" Tidak Ada Pembatasan Apa pun dalam Berdoa
Seseorang dapat memohon apa saja kepada Alloh asalkan halal. Hal ini karena sebagaimana telah disebutkan terdahulu, Alloh adalah satu-satunya penguasa dan pemilik seluruh alam semesta; dan jika Dia menghendaki, Dia dapat memberikan kepada manusia apa saja yang Dia inginkan. Setiap orang yang berpaling kepada Alloh dan berdoa kepada-Nya, haruslah meyakini bahwa Alloh berkuasa melakukan apa saja dan bersungguh-sungguhlah dalam berdoa sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw.2 Ia perlu mengetahui bahwa mudah saja bagi-Nya untuk memenuhi keinginan apa saja, dan Dia akan memberikan apa yang diminta oleh seseorang jika di dalamnya terdapat kebaikan bagi orang itu dalam doa tersebut. Doa-doa para nabi dan orang-orang beriman yang disebutkan dalam al-Qur'an merupakan contoh bagi orang-orang beriman tentang hal-hal yang dapat mereka mohon kepada Alloh. Misalnya, Nabi Zakaria a.s. berdoa kepada Alloh agar diberi keturunan yang diridhai, dan Alloh pun mengabulkan doanya, meskipun istrinya mandul:
"Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai'." (Q.s. Maryam: 3-6).
Maka Alloh mengabulkan doa Nabi Zakaria dan memberikan kepadanya berita gembira tentang Nabi Yahya a.s.. Setelah menerima berita gembira tentang seorang anak laki-laki, Nabi Zakaria merasa heran karena istrinya mandul. Jawaban Alloh kepada Nabi Zakaria menjelaskan tentang sebuah rahasia yang hendaknya selalu dicamkan dalam hati orang-orang yang beriman:
"Zakaria berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.' Tuhan berfirman, 'Demikianlah.' Tuhan berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu belum ada sama sekali'." (Q.s. Maryam: 8-9)
Ada beberapa Nabi lainnya yang disebutkan dalam al-Qur'an yang doa-doa mereka dikabulkan. Misalnya, Nabi Nuh a.s. memohon kepada Alloh untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang tersesat meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk membimbing mereka kepada jalan yang lurus. Sebagai jawaban dari doanya, Alloh menimpakan azab besar kepada mereka yang tercatat dalam sejarah.
Nabi Ayub a.s. menyeru Tuhannya ketika ia sakit, ia berkata, "… Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (Q.s. al-Anbiya': 83). Sebagai jawaban terhadap doa Nabi Ayub, Alloh berfirman sebagai berikut:
"Maka Kami pun mengabulkan doanya itu, lalu Kami hilangkan penyakit yang menimpanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Alloh. (Q.s. al-Anbiya': 84).
Alloh mengabulkan Nabi Sulaiman a.s. yang berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (Q.s. Shad: 35). Maka Alloh mengaruniakan kekuasaan yang besar dan kekayaan yang banyak kepadanya.
Oleh karena itu, orang-orang yang berdoa hendaknya mencamkan dalam hati ayat ini, "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah.' Maka terjadilah ia. (Q.s. Yasin: 82) Sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, segala sesuatu itu mudah bagi Alloh dan Dia Mendengar dan Mengetahui setiap doa.
" Alloh Memberi Karunia di Dunia ini bagi Orang-orang yang Menginginkannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Menderita Kerugian
Orang-orang yang tidak memiliki ketakwaan kepada Alloh dalam hatinya, dan imannya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedudukan hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Alloh memberi tahu kita bahwa orang-orang yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan akhirat karena mereka percaya bahwa kehidupan di akhirat sama pastinya dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Alloh menyatakan sebagai berikut:
"Di antara manusia ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,' dan tidak ada baginya bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.' Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan, dan Alloh sangat cepat perhitungan-Nya. (Q.s. al-Baqarah: 200-2).
Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesehatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari keridhaan Alloh dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Alloh. Berkenaan dengan masalah ini, Alloh memberikan contoh tentang Nabi Sulaiman di dalam al-Qur'an. Jauh dari keinginan untuk memperoleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk meminta kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Alloh, untuk menyeru manusia kepada agama Alloh, dan agar dirinya sibuk berdzikir kepada Alloh. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur'an menunjukkan niatnya yang ikhlas:
"Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik karena ingat kepada Tuhanku." (Q.s. Shad: 32).
Maka Alloh mengabulkan doa Nabi Sulaiman a.s. tersebut dengan mengaruniakan kepadanya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan memperoleh pahala di akhirat. Dalam pada itu, Alloh juga mengabulkan keinginan orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yang telah mereka peroleh di dunia ini tidak akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak.
Kenyataan yang sangat penting ini diceritakan dalam al-Qur'an sebagai berikut:
"Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat. (Q.s. asy-Syura: 20).
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.s. al-Isra': 18).

sumber: http://www.harunyahya.com/indo/buku/bebarapa002.htm

Sabtu, November 15, 2008

TUJUAN MEMBELANJAKAN HARTA DI JALAN ALLOH

Salah satu amal ibadah yang terpenting yang dapat membersihkan kotoran kebendaan dan keruhanian, dan sebagai latihan bagi ruhani sehingga seseorang dapat mencapai derajat akhlak yang tinggi sehingga Allah akan ridha kepadanya adalah membelanjakan harta di jalan Allah. Allah telah berfirman kepada Nabi saw. agar mengambil zakat dari harta benda orang-orang beriman untuk membersihkan dan menyucikan harta tersebut.
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (Q.s. at-Taubah: 103).
Meskipun demikian, perbuatan membelanjakan harta yang dapat membersihkan dan menyucikan orang-orang adalah jika dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah disebutkan dalam al-Qur'an. Orang-orang beranggapan bahwa mereka telah menunaikan tugas mereka ketika mereka memberikan sejumlah uang yang sangat sedikit yang diberikan kepada pengemis, memberikan pakaian bekas kepada orang miskin, atau memberi makan kepada orang yang lapar. Tidak diragukan lagi bahwa perbuatan-perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang akan memperoleh pahala dari Allah jika niatnya untuk mencari ridha Allah. Namun sesungguhnya ada batas-batas yang telah ditentukan dalam al-Qur'an. Misalnya, Allah memerintahkan manusia agar menginfakkan apa saja yang melebihi keperluannya:
"Mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, 'Yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir." (Q.s. al-Baqarah: 219).
Manusia hanya memerlukan sedikit saja untuk memenuhi keperluan hidupnya di dunia. Harta benda yang di luar keperluan seseorang adalah harta yang berlebih. Yang terpenting bukan jumlah yang diberikan, tetapi apakah ia memberikannya dengan ikhlas atau tidak. Allah mengetahui segala sesuatu dan Dia telah memberi hati nurani kepada manusia untuk menetapkan hal-hal yang sesungguhnya tidak diperlukan. Menginfakkan harta benda merupakan bentuk ibadah yang mudah bagi orang-orang yang tidak dihinggapi ketamakan terhadap dunia dan yang tidak mengejar dunia, tetapi merindukan akhirat. Allah telah memerintahkan kita untuk menginfakkan sebagian dari harta kita untuk menjauhkan cinta dunia. Menginfakkan harta benda merupakan sarana untuk membersihkan diri dari sifat tamak. Tidak diragukan lagi bahwa bentuk ibadah ini sangat penting bagi orang-orang yang beriman dalam kaitannya dengan perhitungan di akhirat. Rasulullah saw. juga bersabda bahwa orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah akan dirahmati Allah:
"Dua manusia akan dirahmati: Yang pertama adalah orang yang diberi oleh Allah al-Qur'an dan ia hidup berdasarkan al-Qur'an itu. Ia menganggap halal apa saja yang dihalalkan, dan menganggap haram apa saja yang diharamkan. Yang lain adalah orang yang diberi harta oleh Allah, dan harta itu dibelanjakannya kepada sanak keluarga dan dibelanjakan di jalan Allah.
" Manusia Harus Memberikan Apa yang Ia Cintai kepada Orang Miskin
Orang sering kali cenderung memberikan sesuatu jika sesuatu yang diberikan itu tidak merugikan kepentingannya. Misalnya, ketika seseorang memberikan harta bendanya kepada orang miskin, sering kali ia memberikan sesuatu yang tidak lagi diperlukannya dan tidak disukainya, sudah ketinggalan mode, atau tidak layak pakai. Tampaknya orang merasa berat untuk memberikan harta benda yang dicintainya, padahal sesungguhnya kedermawanan seperti ini sangat penting untuk membersihkan diri dan agar mencintai amal kebajikan. Ini merupakan rahasia penting yang diungkapkan Allah kepada umat manusia. Allah telah menyatakan bahwa tidak ada cara lain untuk mencapai kebajikan bagi manusia kecuali melalui:
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Q.s. Ali Imran: 92).
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Q.s. al-Baqarah: 267).
" Membelanjakan Harta di Jalan Allah sebagai Sarana Agar Dekat Dengan-Nya
Bagi orang yang beriman, tidak ada sesuatu pun yang lebih dirindukan daripada memperoleh keridhaan Allah dan dicintai oleh-Nya. Orang yang beriman berusaha mencari asbab untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam hidupnya. Tentang hal ini, Allah menyatakan sebagai berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." (Q.s. al-Ma'idah: 35).
Sebagai sebuah rahasia dan berita gembira bagi orang-orang beriman, Allah mengungkapkan dalam al-Qur'an bahwa apa yang dibelanjakan akan menjadi asbab untuk mencapai kedekatan dengan-Nya. Dengan demikian bagi orang yang beriman, memberikan apa yang ia cintai dan yang melebihi keperluannya kepada orang-orang miskin tidaklah sulit, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk membuktikan bahwa ia adalah orang yang taat dan cinta kepada Allah. Tentang hal ini Allah menyatakan sebagai berikut:
"Dan diantara orang-orang Arab Badui ada orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, dan memandang apa yang dinafkahkannya itu sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri. Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. at-Taubah: 99).
" Apa Saja yang Dinafkahkan di Jalan Allah akan Memperoleh Balasan yang Baik
Rahasia lain yang diungkapkan tentang membelanjakan harta seseorang di jalan Allah menurut al-Qur'an adalah, bahwa apa saja yang dinafkahkannya itu pasti akan memperoleh balasan. Ini merupakan janji Allah. Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah tanpa takut akan menjadi miskin, akan memperoleh rahmat yang menakjubkan dalam kehidupan mereka. Apa saja yang dibelanjakan di jalan Allah akan diganjar sepenuhnya. Sebagian ayat yang menceritakan janji tersebut adalah sebagai berikut:
"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, maka pahalanya itu untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya." (Q.s. al-Baqarah: 272).
"Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya." (Q.s. al-Anfal: 60).
"Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.' Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Q.s. Saba': 39).
Orang-orang yang beriman hanya mengharapkan keridhaan Allah dan surga ketika mereka memberikan harta mereka; tetapi sebagai rahasia yang diungkapkan oleh Allah, apa saja yang mereka nafkahkan akan dikembalikan lagi kepada mereka. Pengembalian ini merupakan rahmat di dunia, dan di atas segalanya, Allah menyediakan surga bagi orang-orang yang beriman. Dalam pada itu, berkebalikan dengan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, Allah akan mengurangi rezeki orang-orang yang bakhil dalam menafkahkan kekayaan mereka, atau orang yang suka mengumpulkan kekayaan yang lebih banyak dan mengabaikan batasan-batasan Allah. Salah satu ayat yang berkaitan dengan masalah ini menceritakan tentang keadaan orang-orang yang memakan riba:
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (Q.s. al-Baqarah: 276).
Allah memberitahukan tentang keberuntungan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang memberikan harta mereka sebagai berikut:
"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (Q.s. al-Baqarah: 261).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (Q.s. al-Baqarah: 265).
Dalam setiap ayat tersebut terdapat rahasia yang diungkapkan Allah kepada orang-orang yang beriman dalam al-Qur'an. Orang-orang yang beriman memberikan harta benda mereka hanya untuk mencari keridhaan dan rahmat Allah dan surga-Nya. Namun, menyadari tentang rahasia-rahasia yang diungkapkan dalam al-Qur'an, mereka juga mengharapkan rahmat dan karunia Allah. Semakin banyak mereka memberikan hartanya di jalan Allah, dan semakin mereka memperhatikan apa yang diharamkan dan yang dihalalkan, Allah akan semakin menambah kekayaan mereka, tugas-tugas mereka dijadikan mudah, dan Allah memberikan kesempatan yang semakin banyak untuk menafkahkan hartanya di jalan Allah. Setiap orang beriman yang bertakwa kepada Allah dan dalam hatinya tidak ada kekhawatiran terhadap masa depan, ia akan memahami rahasia ini dalam kehidupannya.

Sumber: http://www.harunyahya.com/indo/buku/bebarapa008.htm

TERDAPAT KEBAIKAN DALAM SETIAP PERISTIWA

Allah memberitahukan kita bahwa dalam setiap peristiwa yang Dia ciptakan terdapat kebaikan di dalamnya. Ini merupakan rahasia lain yang menjadikan mudah bagi orang-orang yang beriman untuk bertawakal kepada Allah. Allah menyatakan, bahkan dalam peristiwa-peristiwa yang tampaknya tidak menyenangkan terdapat kebaikan di dalamnya:

"Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (Q.s. an-Nisa': 19).

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (Q.s. al-Baqarah: 216).

Dengan memahami rahasia ini, orang-orang yang beriman menjumpai kebaikan dan keindahan dalam setiap peristiwa. Peristiwa-peristiwa yang sulit tidak membuat mereka merasa gentar dan khawatir. Mereka tetap tenang ketika menghadapi penderitaan yang ringan maupun berat. Orang-orang Muslim yang ikhlas bahkan melihat kebaikan dan hikmah Ilahi ketika mereka kehilangan seluruh harta benda mereka. Mereka tetap bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan kehidupan. Mereka yakin bahwa dengan kehilangan harta tersebut Allah sedang melindungi mereka dari perbuatan maksiat atau agar hatinya tidak terpaut dengan harta benda. Untuk itu, mereka bersyukur dengan sedalam-dalamnya kepada Allah karena kerugian di dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerugian di akhirat. Kerugian di akhirat artinya azab yang kekal abadi dan sangat pedih. Orang-orang yang tetap sibuk mengingat akhirat melihat setiap peristiwa sebagai kebaikan dan keindahan untuk menuju kehidupan akhirat. Orang-orang yang bersabar dengan penderitaan yang dialaminya akan menyadari bahwa dirinya sangat lemah di hadapan Allah, dan akan menyadari betapa mereka sangat memerlukan Dia. Mereka akan berpaling kepada Allah dengan lebih berendah diri dalam doa-doa mereka, dan dzikir mereka akan semakin mendekatkan diri mereka kepada-Nya. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat bagi kehidupan akhirat seseorang. Dengan bertawakal sepenuhnya kepada Allah dan dengan menunjukkan kesabaran, mereka akan memperoleh ridha Allah dan akan memperoleh pahala berupa kebahagiaan abadi.

Manusia harus mencari kebaikan dan keindahan tidak saja dalam penderitaan, tetapi juga dalam peristiwa sehari-hari. Misalnya, masakan yang dimasak dengan susah payah ternyata hangus, dengan kehendak Allah, mungkin akan bermanfaat menjauhkan dari madharat kelak di kemudian hari. Seseorang mungkin tidak diterima dalam ujian masuk perguruan tinggi untuk menggapai harapannya pada masa depan. Bagaimanapun, hendaknya ia mengetahui bahwa terdapat kebaikan dalam kegagalannya ini. Demikian pula hendaknya ia dapat berpikir bahwa barangkali Allah menghendaki dirinya agar terhindar dari situasi yang sulit, sehingga ia tetap merasa senang dengan kejadian itu. Dengan berpikir bahwa Allah telah menempatkan berbagai rahmat dalam setiap peristiwa, baik yang terlihat maupun yang tidak, orang-orang yang beriman melihat keindahan dalam bertawakal mengharapkan bimbingan Allah.

Seseorang mungkin tidak selalu melihat kebaikan dan hikmah Ilahi di balik setiap peristiwa. Sekalipun demikian ia mengetahui dengan pasti bahwa terdapat kebaikan dalam setiap peristiwa. Ia memanjatkan doa kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya kebaikan dan hikmah Ilahi di balik segala sesuatu yang terjadi.

Orang-orang yang menyadari bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki tujuan tidak pernah mengucapkan kata-kata, "Seandainya saya tidak melakukan…" atau "Seandainya saya tidak berkata …," dan sebagainya. Kesalahan, kekurangan, atau peristiwa-peristiwa yang kelihatannya tidak menguntungkan, pada hakikatnya di dalamnya terdapat rahmat dan masing-masing merupakan ujian. Allah memberikan pelajaran penting dan mengingatkan manusia tentang tujuan penciptaan pada setiap orang. Bagi orang-orang yang dapat melihat dengan hati nuraninya, tidak ada kesalahan atau penderitaan, yang ada adalah pelajaran, peringatan, dan hikmah dari Allah. Misalnya, seorang Muslim yang tokonya terbakar akan melakukan mawas diri, bahkan keimanannya menjadi lebih ikhlas dan lebih lurus, ia menganggap peristiwa itu sebagai peringatan dari Allah agar tidak terlalu sibuk dan terpikat dengan harta dunia.

Hasilnya, apa pun yang dihadapinya dalam kehidupannya, penderitaan itu pada akhirnya akan berakhir sama sekali. Seseorang yang mengenang penderitaannya akan merasa takjub bahwa penderitaan itu tidak lebih dari sekadar kenangan dalam pikiran, bagaikan orang yang mengingat kembali adegan dalam film. Oleh karena itu, akan datang suatu saat ketika pengalaman yang sangat pedih akan tinggal menjadi kenangan, bagaikan bayangan adegan dalam film. Hanya ada satu yang masih ada: bagaimanakah sikap seseorang ketika menghadapi kesulitan, dan apakah Allah ridha kepadanya atau tidak. Seseorang tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang telah ia alami, tetapi yang dimintai tanggung jawab adalah sikapnya, pikirannya, dan keikhlasannya terhadap apa yang ia alami. Dengan demikian, berusaha untuk melihat kebaikan dan hikmah Ilahi terhadap apa yang diciptakan Allah dalam situasi yang dihadapi seseorang, dan bersikap positif akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang beriman, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak duka cita dan ketakutan yang menghinggapi orang-orang yang beriman yang memahami rahasia ini. Demikian pula, tidak ada manusia dan tidak ada peristiwa yang menjadikan rasa takut atau menderita di dunia ini dan di akhirat kelak. Allah menjelaskan rahasia ini dalam al-Qur'an sebagai berikut:

"Kami berfirman, 'Turunlah kamu dari surga itu. Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan mereka tidak bersedih hati'." (Q.s. al-Baqarah: 38).

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Q.s. Yunus: 62-4).

Sumber: http://www.harunyahya.com/indo/buku/bebarapa005.htm


ALLOH MENAMBAHKAN NIKMATNYA KEPADA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR

Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, orang-orang yang telah menyatakan rasa terima kasihnya kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepadanya, mereka menghabiskan hidupnya dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidupnya. Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18).

Meskipun kenyataannya demikian, kebanyakan manusia tidak mampu mensyukuri kenikmatan yang telah mereka terima. Adapun penyebabnya diceritakan dalam al-Qur'an: Setan, yang berjanji akan menyesatkan manusia dari jalan Allah, berkata bahwa tujuan utamanya adalah untuk menjadikan manusia tidak bersyukur kepada Allah. Pernyataan setan yang mendurhakai Allah ini menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah:

"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Allah berfirman, 'Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya'." (Q.s. al-A'raf: 17-8).

Dalam pada itu, orang-orang yang beriman karena menyadari kelemahan mereka, di hadapan Allah mereka memanjatkan syukur dengan rendah diri atas setiap nikmat yang diterima. Bukan hanya kekayaan dan harta benda yang disyukuri oleh orang-orang yang beriman. Karena orang-orang yang beriman mengetahui bahwa Allah adalah Pemilik segala sesuatu, mereka juga bersyukur atas kesehatan, keindahan, ilmu, hikmah, kepahaman, wawasan, dan kekuatan yang dikaruniakan kepada mereka, dan mereka mencintai keimanan dan membenci kekufuran. Mereka bersyukur karena telah dibimbing dalam kebenaran dan dimasukkan dalam golongan orang-orang beriman. Pemandangan yang indah, urusan yang mudah, keinginan yang tercapai, berita-berita yang menggembirakan, perbuatan yang terpuji, dan nikmat-nikmat lainnya, semua ini menjadikan orang-orang beriman berpaling kepada Allah, bersyukur kepada-Nya yang telah menunjukkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Sebagai balasan atas kesyukurannya, sebuah pahala menunggu orang-orang yang beriman. Ini merupakan rahasia lain yang dinyatakan dalam al-Qur'an; Allah menambah nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur. Misalnya, bahkan Allah memberikan kesehatan dan kekuatan yang lebih banyak lagi kepada orang-orang yang bersyukur kepada Allah atas kesehatan dan kekuatan yang mereka miliki. Bahkan Allah mengaruniakan ilmu dan kekayaan yang lebih banyak kepada orang-orang yang mensyukuri ilmu dan kekayaan tersebut. Hal ini karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas yang merasa puas dengan apa yang diberikan Allah dan mereka ridha dengan karunia tersebut, dan mereka menjadikan Allah sebagai pelindung mereka. Allah menceritakan rahasia ini dalam al-Qur'an sebagai berikut:

"Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (Q.s. Ibrahim: 7)

Mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda kedekatan dan kecintaan seseorang kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah. Rasulullah saw. juga menyebutkan masalah ini, beliau saw. bersabda:

"Jika Allah memberikan harta kepadamu, maka akan tampak kegembiraan pada dirimu dengan nikmat dan karunia Allah itu.

Dalam pada itu, seorang kafir atau orang yang tidak mensyukuri nikmat hanya akan melihat cacat dan kekurangan, bahkan pada lingkungan yang sangat indah, sehingga ia akan merasa tidak berbahagia dan tidak puas, maka Allah menjadikan orang-orang seperti ini hanya menjumpai berbagai peristiwa dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi Allah menampakkan lebih banyak nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas dan memiliki hati nurani.

Bahwa Allah menambah kenikmatan kepada orang-orang yang bersyukur, ini juga merupakan salah satu rahasia dari al-Qur'an. Bagaimanapun harus kita camkan dalam hati bahwa keikhlasan merupakan prasyarat agar dapat mensyukuri nikmat. Jika seseorang menunjukkan rasa syukurnya tanpa berpaling dengan ikhlas kepada Allah dan tanpa menghayati rahmat dan kasih sayang Allah yang tiada batas, tetapi rasa syukurnya itu hanya untuk menarik perhatian orang, tentu saja ini merupakan ketidakikhlasan yang parah. Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati dan mengetahui ketidakikhlasannya tersebut. Orang-orang yang memiliki niat yang tidak ikhlas bisa saja menyembunyikan apa yang tersimpan dalam hati dari orang lain. Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya dari Allah. Orang-orang seperti itu bisa saja mensyukuri nikmat ketika tidak menghadapi penderitaan. Tetapi pada saat-saat berada dalam kesulitan, mungkin mereka akan mengingkari nikmat.

Perlu diperhatikan, bahwa orang-orang mukmin sejati tetap bersyukur kepada Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit. Seseorang yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut. Misalnya, Allah menyatakan bahwa Dia akan menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, ciri-ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang mensyukuri nikmat-Nya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Sumber: http://www.harunyahya.com/indo/buku/bebarapa003.htm



Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger